3 Tujuan Dasar Seseorang Melakukan Ikatan Suci Pernikahan

3 Tujuan Dasar Seseorang Melakukan Ikatan Suci Pernikahan

Kabar Nikah – Apa tujuan seseorang menikah? Dilansir dari buku “Principles of Marriage Family Ethics” oleh Ebrahim Amini, jika diterjemahkan yaitu “Asas Pernikahan dan Etika Keluarga” bahwa keinginan terbesar semua pria dan wanita muda yang mencapai usia pubertas adalah untuk menikah. Melalui pembentukan kehidupan perkawinan bersama, mereka akan mendapatkan lebih banyak kebebasan, serta memiliki pasangan yang baik dan layak dipercaya. Mereka menganggap pernikahan sebagai awal kemakmuran hidup mereka.

1. Laki-laki dan Perempuan yang Saling Membutuhkan

Laki-laki diciptakan untuk perempuan dan sebaliknya. Mereka tertarik satu sama lain seperti magnet. Pernikahan dan membangun kehidupan bersama adalah keinginan alami manusia menanggapi naluri mereka. Itu dianggap sebagai salah satu berkah Ilahi terbesar. Sebenarnya, di mana lagi orang bisa menemukan tempat berlindung yang lebih baik bagi kaum muda daripada unit keluarga yang tulus?

Keinginan untuk membesarkan keluarga itulah yang menjaga kaum muda dari mengejar impian irasional dan kecemasan internal. Persatuan perkawinan memungkinkan mereka untuk menemukan pasangan yang baik dan setia yang dapat berbagi saat-saat sulit dan sulit. Perjanjian pernikahan yang sakral adalah tali Ilahi yang menghubungkan hati, menenangkan mereka ketika mereka menjadi tidak tenang dan memfokuskan mimpi-mimpi yang tidak rasional pada satu tujuan yang ideal. Rumah adalah pusat cinta, kebaikan dan persahabatan, dimana itu adalah tempat terbaik untuk bersantai dan hidup dengan nyaman. Itu

Allah yang Mahakuasa menyebutkan berkah ini dalam Al-Quran:

“Dan salah satu tanda-Nya adalah bahwa Dia menciptakan pasangan untuk Andadirimu sendiri sehingga kamu dapat menemukan ketenangan di dalamnya dan Dia menempatkan di antara kamu cinta dan kasih sayang; pasti ada tanda-tanda dalam hal ini bagi orang-orang yang merenung. “(Q.S. Ar-Rum (30): Ayat 21)

“Seorang pria yang belum menikah, meskipun dia mungkin kaya pasti miskin dan membutuhkan; dan hal yang sama berlaku untuk seorang wanita. “

2. Sebuah Kebutuhan Alami yang Harus Dipenuhi

Pernikahan merupakan kebutuhan alami bagi setiap manusia. Itu menanggung banyak hasil yang baik, yang terpenting adalah: Pembentukan keluarga di mana seseorang dapat menemukan keamanan dan ketenangan pikiran. Seseorang yang tidak menikah menyerupai burung tanpa sarang. Pernikahan berfungsi sebagai tempat berteduh bagi siapa saja yang merasa tersesat dalam keliaran kehidupan; seseorang dapat menemukan pasangan dalam hidup yang akan berbagi kegembiraan dan kesedihan.

Hasrat seksual alami itu kuat dan signifikan. Setiap orang harus memiliki pasangan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Setiap orang harus menikmati kepuasan seksual dengan cara yang benar dan pantas. Mereka yang tidak menikah sering kali menderita gangguan fisik dan psikologis. Gangguan dan masalah sosial tertentu tersebut merupakan konsekuensi langsung dari pantang remaja untuk menikah.

3. Anak

Anak-anak adalah hasil perkawinan dan merupakan faktor penting dalam memantapkan fondasi keluarga sekaligus sumber kegembiraan sejati bagi orang tua.

Oleh karena itu, hendaknya dicari tujuan perkawinan. Tujuan pernikahan bagi orang yang beragama harus menjadi sarana untuk menghindari perbuatan jahat dan membersihkan jiwa dari dosa. Itu harus menjadi sarana untuk mendekati Allah Yang Maha Kuasa. Dalam konteks inilah pasangan yang cocok dan baik mengambil peran penting.

Ketika dua orang percaya, melalui pernikahan, membentuk sebuah keluarga, hubungan seksual mereka kembali, hubungan akan menguntungkan mereka dalam memperkuat cinta dan kebaikan timbal balik mereka, untuk pasangan seperti itu, tidak akan ada ancaman berbahaya dari penyimpangan seksual, kecanduan berbahaya atau perbuatan melanggar hukum.

Buat undangan pernikahan Digital dengan DISKON 20% dengan kode kupon “YUNANDA”

Yunanda

Yunanda is my initial name. However, my full name is Jessica Yunanda Bahtiar. I was born in Jakarta on November 24th, 2001.

Leave a Reply